Jumat, 20 Maret 2026

MINGGU LAETARE

HARI MINGGU SUKACITA/ BAHAGIA 

Hari Minggu Laetare/ Hari Minggu Sukacita
Pada Tahun ini, gereja memperingati Minggu Laetare pada Minggu, 14 Maret 2026 (Minggu Prapaskah IV)
Dalam Gereja Katolik, peristiwa ini diperingati setiap dalam lingkaran Masa Prapaskah ke IV setiap  satu tahun sekali. Minggu Laetare disebut juga dengan minggu sukacita atau minggu bahagia. Nah, ini jadi pertanyaan bagi kita semua umat Katolik, mengapa di dalam masa prapaskah yang seharusnya kita bersedih atau merenungkan diri tapi justru ada minggu bahagia. 

Baiklah,
kita mestinya optimis akan kehadiran dan kebangkitan Kristus, meskipun Kristus harus menderita karena disiksa oleh para serdadu, dalam masa pemerintahan Ponsius Pilatus, yang pada saat itu sebenarnya Ponsius Pilatus tidak menemukan satu kesalahanpun pada Yesus, sehingga ia tidak mau menghukum Yesus. Karena desakan para tetua dan para ahli serta masyarakat waktu itu, akhirnya Yesuspun dijatuhi hukuman mati dan sebagai gantinya Barnabas dibebaskan untuk mereka. 

Karena kita sebagai umat Katolik yakin bahwa Yesus pergi secara sia-sia namun keyakinan ini justru muncul di dalam diri kita bahwa Dialah Mesias yang sesungguhnya dan kebangkitannya nanti akan membawa kabar sukacita di tengah-tengah umat, seperti yang telah dijanjikannya (Matius 6:21 "Sejak waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga".)

Begitu pula saat Yesus mendapati Bait Allah dijadikan sebagai pasar, iapun menjadi marah dan memporakporandakan perdagangan mereka, dengan berkata: "Rumah-Ku adalah rumah berdoa, tetapi kamu menjadikannya sebagai sarang penyamun". (Matius 21:12-13)

Selain itu juga, 
Yesus bersabda: "Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali" (Yohanes 2:19) 

Sabda Yesus di atas mau menunjukkan pada kita dalam Bahasa yang Teologis bahwa Yesus akan bagkit pada hari yang ketiga setelah Yesus wafat. Ini bukti nyata bahwa janji Yesus adalah benar adanya. Maka dalam waktu yang istimewa ini sepatutnya kita berbahagia dan bersukacita karena waktunya semakin dekat bahwa kebangkitan Yesus itu benar-benar akan digenapi, nah mengapa dalam masa Prapaskah ini ada waktu khusus untuk kita merayakannya sebagai satu minggu sukacita, karena waktunya telah akan tiba tentang janji Yesus akan kebangkitan tersebut. Selain itu, ini juga sebagai momentum yang sungguh istimewa karena ada waktu jeda dalam masa pertobatan sebagai nuansa kebagiaan umat menantikan kebangkitan Yesus, dan agar ada waktu khusus pemutus waktu agar keyakinan kebangkitan yang dijanjikan Allah benar-benar nyata dan bukan hanya sekedar kesedihan atas apa yang dialami Yesus, sebab Yesus dalam Sabdanya juga pernah menyampaikan, Anak Manusia harus menderita, wafat dan pada hari yang ketiga akan bangkit dari antara orang mati. Dalam Doa "CREDO" ini juga ditulis sebagai pengharapan iman umat akan kebangkitan tersebut menjadi nyata.

Sebagai bentuk nyata dari perwujudan masa kebahagiaan ini, maka suasana liturgi yang dipakai oleh para petugas liturgi juga agak berbeda dari biasanya yang hanya warna "UNGU" dan dalam masa ini menjadi warna "MERAH MUDA/ PINK" warna sukacita, dan semua petugas seperti Pastor, Prodiakon, Lektor/ Pemazmur dan juga Putra Altar juga memakai warna merah muda ini sebagai realisasi waktu sukacita di dalam iman akan pengharapan kedatangan Yesus dalam masa Paskah nanti.

Selamat merayakan Hari Minggu Laetare/ Minggu Sukacita bagi semua umat katolik sedunia, Tuhan senantiasa memberikan berkat untuk kita semua dari berbagai situasi, latar belakang masing-masing. Di hadapan Tuhan, kita semua adalah sama, kita hidup dalam kasih persaudaraan sejati.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar