Selasa, 15 September 2026

BERBUAT DOSA ATAU BERBUAT BAIK?

 Pemungut Cukai atau Orang Farisi?
Pw. Santo Siprianus

Halo para Sahabat Misdinar terkasih,
Hari ini, kita memperingati Santo Siprianus.
Siapakah Santo Siprianus?

Santo Siprianus adalah seorang religius, dia adalah seorang Uskup Kartago, teolog Kristen awal, dan martir dari Afrika Utara, yang hidup pada abad ke-3 Masehi.
Awalnya, ia dilahirkan dari keluarga Kafir, kaya dan berpendidikan tinggi. Namun akhirnya keluarga tersebut bertobat dan menjadi seorang Kristen, sehingga tidak kafir lagi. Keluarga ini menjalani kehidupan yang baik dan benar-benar taat beragama. Lalu, keluarga ini juga membagikan hartanya untuk orang-orang yang membutuhkan, termasuk orang miskin.

Santo Siprianus, 
Akhirnya memasuki hidup suci dengan masuk menjadi bagian hidup orang religius, menjadi Imam. Akhirnya iapun diberikan kesempatan untuk menjadi seorang Uskup, dan diapun menjadi Imam pertama yang menjadi teolog pada masa itu, dan benar-benar ahli dalam memahami dan menguraikan isi Kitab Suci. Karena kemartirannya yang luar biasa hebat dalam perjuangkan hidup Kristiani, maka iapun akhirnya menjadi Martir. Santo Siprianus, akhirnya wafat pada 14 September 258 M, pada masa pemerintahan Kaisar Valeriantus.

Nah, teman-teman semua.
Lalu apa korelasi dengan bacaan hari ini?
Hari ini kita melihat bacaan dari Lukas 7: 31-35.
Namun, dari bacaan itu, kita ambil satu ayat pada Lukas 7:34:
Di situ tertuliskan:
Kemudian Anak Manusia itu datang, ia makan dan minum, dan kamu berkata: "Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang-orang berdosa.

Kutipan ayat di atas memberikan penegas kepada kita umat manusia, bahwa:
Tuhan itu pengampun, pemaaf dan memberikan kesempatan selalu pada semua orang untuk selalu melakukan kebaikan.
Bagi orang yang berbuat dosa, Tuhan selalu ada kesempatan untuk mereka bertobat.
Kita sebaiknya sebagai manusia, janganlah memberikan julukan seseorang dengan label orang jahat, orang berdosa, orang munafik, karena bagi Tuhan, kita semua adalah sama. Jadilah Pemaaf untuk sesama kita.

Teman-teman semua,
Demikian dulu untuk bahas Injil hari ini ya, semoga kita semakin memahami dan merenungkan Kitab Suci dengan hati kita.

Tuhan memberkati.






Sabtu, 05 September 2026

BKSN 2026

 BULAN KITAB SUCI NASIONAL 2026
Halo para sahabat Misdinar Santa Gemma Galgani, Apa kabar gaes?
Nah, besok pagi kita sudah memasuki Minggu Pertama Bulan Kitab Suci Nasional ya.
Apa sih Bulan Kitab Suci itu?
Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) merupakan tradisi gereja Katolik Di indonesia yang selalu dilaksanakan pada bulan September setiap tahunnya.
Tujuan dari BKSN adalah untuk memberikan perhatian khusus pada umat untuk lebih intens dalam membaca, mendalami, memahami mengamalkan serta meningkatkan kecintaan terhadap Kitab Suci.

Mengapa dilaksanakan pada bulan September?
Sebenarnya, kalau soal waktu itu bisa dilaksanakan kapan saja, tidak harus di bulan September, bahkan kita selalu mendengarkan Kitab Suci setidaknya seminggu sekali, pada hari Minggu saat mengikuti Ekaristi. Namun kebiasaan ini, perlu ditingkatkan secara intensif baik secara pribadi atau saat doa di lingkungan.

Pemilihan bulan September sebagai peringatan BKSN merujuk pada:
1. Adanya kesepakatan dalam Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) sejak tahun 1974
2. Bertepatan dengan peringatan wajib Santo Heronimus yang ditetapkan tanggal 30 September. 
3. Karya agung Santo Heronimus sebagai Bapak Kitab Suci, yang sukses menerjemahkan Kitab Suci dari Bahasa Yunani, Aram, dan Ibrani ke dalam Bahasa Latin, dengan tetap mempertahankan keaslian isi Kitab Suci tersebut.

Nah, dasar itulah yang dijadikan sebagai peringatan Bulan Kitab Suci Nasional di Indonesia pada bulan September.
Lalu, siapakah Santo Hieronymus itu gaes?
Santo Hieronymus adalah seorang pujangga, Teolog, sejarawan dan Imam yang sangat berdedikasi.
Di atas adalah gambaran wajah dari Santo Hieronymus yang dilukis oleh para ahli seni untuk menggambarkan penghormatan atas jasa-jasa yang diberikan pada gereja.

Nah, teman-teman semua.
Mari kita dari sejak dini belajar membaca, memahami dan mendalami arti Kitab Suci ya. Hal ini bisa dimaksudkan untuk memahami pula tentang arti pelayanan yang kita lakukan bagi gereja.

Bukan hanya sekedar melayani, tetapi lebih dari sekedar itu, kita perlu meyakini dan menjiwai pelayanan yang kita berikan agar gerak dan langkah kita dalam bertugas menjadi pelayan altar sungguh nyata.

Terima kasih semuanya.
Jangan lupa ya besok bertugas!

Mat 18:18:
Sesungguhnya apa yang kita ikat di dunia, akan terikat di surga, dan apa yang kita lepaskan di dunia akan terlepas juga di surga.

Nah, yuk kita coba cari tahu apa makna Bacaan di atas?

Komen ya gaes!