Rabu, 23 April 2014

PETUGAS MISDINAR PEKAN SUCI SANTA GEMMA GALGANI

PETUGAS MISDINAR SELAMA PEKAN SUCI
PAROKI SANTA GEMMA GALGANI KETAPANG
BY : BENNY

A. EKARISTI KUDUS KRISTUS SEBAGAI RAJA (MINGGU PALMA)
     GABUNGAN SMA NEGERI 1 KETAPANG DAN SMA PL SANTO YOHANES
    Jumlah personel Misdinar tersebut adalah 13 anak, mereka dipimpin oleh;
    1. Victor yang bertugas sebagai pembawa salib dari SMA Negeri 1 Ketapang.
    2. Susanra dan Gurman sebagai pembawa wirup dan dupa dari SMA PL St. Yohanes.
    3. Ada lagi yang lain seperti Hilaria Deanti, dan Olivia yang mereka ini sejak SMP sudah menjadi anggota.

    Mereka berlatih dengan sangat serius sehingga ketika membantu Pastor dalam melayani umat dapat
    melaksanakan tugasnya dengan baik.

B. EKARISTI KUDUS HARI KAMIS PUTIH
     PERJAMUAN TERAKHIR YESUS DENGAN PARA MURIDNYA

    Malam Kamis Putih adalah Malam kasih Yesus merelakan dan merendahkan diri menjadi pelayan bagi 
    para muridnya untuk dibasuh kaki-kaki mereka, sebagai kenangan terakhir sebelum Yesus diserahkan 
    kepada orang-orang berdosa oleh Yudas Iskariot.

    Petugas Misdinar ini adalah Misdinar Paroki, yaitu;
    1. Vallentinus Vally sebagai pembawa salib, berstudi di SMA Seminari Nyerungkup.
    2. Jorgie dan Rizaldi Hadrian, Pembawa Wirup dan dupa Siswa SMP Augustinus dan SMP PL Albertus.
    3. Asvini dan Riya Anggara, Sebagai Pembawa Lilin Evangeliarum adalah siswa SMA PL Yohanes.
    4. Deya, Anastasia, Uci, Jason, Gregorius Tigor, Icha, Regina Dian, dan lain-lainnya.

    Mereka berjumlah 17 anak. 
    Kami bangga memiliki mereka, karena merekalah yang akan melanjutkan misi gereja bagi dunia.
    Mereka akan selalu berjuang untuk gereja dan juga bangsa

    Dari sekiaan tugas, selama pekan suci yang terberat adalah ketika bertugas saat Malam Kamis Putih.
    Mereka harus menjaga Sakramen Maha Kudus sampai tengah malam, tanpa tidur dan ngantuk.
    Mereka harus setia memanggul beban ini, inilah persatuan gereja.

    PRO ECLESIA ET PATRIA

C. PERINGATAN PENYEMBAHAN SALIB
     WAFAT TUHAN YESUS KRISTUS

     Petugas Misdinar pada hari tersebut adalah;
     ASRAMA WISMA PUTRA KUSUMA
    Mereka ber 14 dalam bertugas, saat latihan mereka begitu antusias dan penuh keyakinan.
    Mereka adalah dari SMP PL Albertus, SMA PL Yohanes seperti:
    Gregorius Adi Nugroho, Heronimus Rigo, Markus Benny, Dono, Andre dan lainnya.

    Peringatan ini berlangsung mulai dari pukul 15:00 WIB s/d 17:30 WIB.
    Peringatan Jumat agung sungguh tenang dan Agung, apalagi misdinar yang bertugaspun sungguh 
    menghayati peran mereka sebagai pelayan umat yang harus secara total dilakukan dengan ikhlas.

D. EKARISTI MALAM PASKAH
    Ekaristi malam paskah diwakili oleh anak-anak dari Asrama Putri BK (Bintang Kejora)

    Diantaranya adalah:
    Wilhemina, Silvia, Veneranda, Rindy, dan kawan-kawannya.

    Mereka juga berlatih dengan serius, walaupun waktu yang digunakan untuk latihan sangat terbatas.
    Ekaristi Kudus dimulai pukul 19:00 WIB, dengan Upacara Penyalaan Lilin Paskah di luar gereja.

   Mereka juga beraneka ragam budaya dan sekolah, ada yang dari SMA St. Petrus dan SMA PL Yohanes.

   Inilah kebersamaan kita, maka marilah kita pupuk persaudaraan seperti ini dengan baik.


  
 

Selasa, 22 April 2014

SEJARAH SANTO TARSISIUS PELINDUNG MISDINAR



SEJARAH SANTO TARSISIUS
"PELINDUNG PARA PUTRA ALTAR"
By : Benny


 Beratus-ratus tahun yang lalu, yaitu sekitar 250, hiduplah seorang anak muda, bernama Tarsisius. Dia seorang kristiani. Setiap pagi, sebelum fajar menyingsing, ia berjalan kaki melalui jalan-jalan dan lorong-lorong kota Roma ke tempat orang-orang kristiani biasa berkumpul. Gua-gua di bawah tanah, yang sebetulnya sebagai kuburan, mereka gunakan sebagai tempat pertemuan.

Tempat macam itu dinamakan Katakomba. Bentuknya seperti gang lurus, panjang, tetapi gelap. Liang kubur semua dibuat di dinding sebelah kiri dan kanan gang itu dan ditutup dengan batu panjang.
Orang kristiani hanya berani berkumpul pada malam hari, karena agama mereka terlarang. Oleh Kaisar Valerianus polisi di Roma diberi perintah mencari orang-orang yang percaya kepada Yesus Kristus. Kalau mereka sudah ditemukan, mereka ditangkap dan disiksa. Banyak juga orang kristiani yang dibunuh karena tetap tidak mau mempersembahkan korban kepada para berhala Romawi.

Pada suatu hari, pagi-pagi benar, seperti biasa Tarsisius pergi ke Katakomba untuk melayani Misa. Pada hari itu paus sendiri mempersembahkan Misa. Tetapi orang yang hadir hanya sedikit. Maklum baru saja banyak orang kristiani ditangkap, sedang yang lain mengungsi ke luar kota untuk menyelamatkan diri.
Ketika Misa selesai, Tarsisius tidak segera pulang, tetapi membantu dulu untuk mengatur alat-alat Misa. Waktu itu ia mendengar paus mengeluh: "Kemaren seorang petugas penjara datang kemari dengan diam-diam. Dia mengatakan, bahwa saudara-saudara kita yang dipenjarakan ingin sekali menyambut Tubuh Kristus sebelum mereka dibunuh.

Tetapi kebanyakan imam sudah ditangkap. Saya sendiri tidak bisa ke sana, sebab saya sudah dikenal. Mana bisa kami mengabulkan permohonan mereka?".
Tarsisius langsung maju ke depan:
 "Kenapa Bapa Suci tidak mengutus saya? saya tidak akan dicurigai."
"Jangan nak, "jawab Paus, "Engkau masih terlalu muda. Tugas itu terlalu berbahaya bagimu!".
"Tetapi setiap pagi saya datang kemari, Santo Bapa, saya satu-satunya pelayan Misa yang selalu datang. Saya tidak takut. Apalagi masih Pagi. Jalan masih sepi."
Akhirnya Paus setuju:
"Baiklah. Engkau boleh coba. Tetapi hati-hatilah!".

Lalu paus berlutut dengan hormat di depan altar, diambilnya beberapa Hosti Suci dan diletakkannya dalam sebuah kotak emas. Kemudian kotak emas itu dikalungkan dengan tali pada leher Tarsisius yang berlutut di hadapan paus. Tarsisius menutupinya dengan "Toga", yaitu semacam mantol, yang dipakainya.
Tarsisius segera berangkat. Tarsisius memegang kotak emas itu erat-erat dibawah toga supaya jangan hilang. Hatinya berdebar-debar. Ia merasa bahagia atas kepercayaan yang diberikan kepadanya oleh paus sendiri. Dalam hati ia berdoa kepada Yesus, yang sedang dibawanya untuk menghibur para tawanan.

Tetapi sekonyong-konyong terdengar suara berseru: "Hai Tarsisius, akan pergi kemana pagi-pagi begini? kok terburu-buru!".
Itulah suara seorang teman sekolah.
Beberapa teman lain datang menyusul. Mereka menarik bahu Tarsisius: "Engkau kelihatan tidak seperti biasa pagi ini. Ada apa sih? Apa yang kamu bawa di bawah toga itu?".
Seorang lain mencoba menarik toganya: "Lihat! Agaknya ia membawa sesuatu dari orang kristiani keparat itu!".
Kemudian mereka mulai berteriak serentak:
"Serahkan barang itu!" Ayo lekas! Serahkan kepada kami atau kami ajar!".

Tetapi Tarsisius tidak menyerahkannya. Kotaknya tetap dipegang sekuat tenaga. Dia tidak akan menyerahkan Tubuh Tuhannya kepada teman-teman yang tidak beriman itu.

Kemudian Tarsisius dilempari dengan batu, dipukuli dan ditendang. Tetapi kotaknya tetap tidak dilepaskan. Melihat itu teman-temannya semakin marah dan membabi buta menyerang Tarsisius. Salah seorang mengayunkan pentung dan mengenai kepala Tarsisius, sehingga ia jatuh terpelanting sambil mencucurkan darah.
Tepat pada saat itu tiba-tiba terdengar suara orang berseru keras:

 "Apa yang kalian perebutkan?"

Seorang tentara muncul. Para penyerbu terkejut dan melarikan diri pontang-panting. Tinggal Tarsisius terlentang di atas batu jalan. Ia tak dapat bangun lagi.
Tentara itu menghampirinya. Ketika Tarsisius melihat wajah tentara itu, ia tersenyum. Tentara itu dikenalnya ia juga seorang kristiani. Dengan tenaganya yang terakhir Sakramen Mahakudus diserahkan kepadanya. Tentara itu mengangguk mengerti.

Tanpa mengatakan apa-apa digantungkannya kotak kecil itu di lehernya sendri. Lalu anak itu diangkatnya dengan hati-hati dan dibawa ke sebuah rumah orang kristiani terdekat. Kemudian ditinggalkan dan ia sendiri pergi ke penjara, menerimakan Komuni Suci secara diam-diam kepada para tawanan.

Tak lama kemudian Tarsisius meninggal. Luka-lukanya terlalu parah. Ia dimakamkan di katakomba Kalikstus, di jalan Appiah, dekat makam para paus.

Santo Tarsisius adalah seorang putra altar, atau seperti dinamakan resmi pada jaman itu: seorang akolit. Seorang putra altar yang telah mengorbankan hidupnya demi Ekaristi Kudus. Maka dia telah dipilih sebagai pelindung para putra altar.

Martir suci ini diperingati setiap tahun pada tanggal 15 Agustus.