Kamis, 06 April 2023

MISA MALAM PERJAMUAN TERAKHIR

KAMIS PUTIH
 MENGENANGKAN PERJAMUAN TUHAN
Kamis, 06 April 2023

 Altar hendaknya dihias dengan bunga secara sederhana supaya sesuai dengan ciri khas hari ini. Tabernakel harus kosong sama sekali. Dalam misa ini hendaknya dikonsekrasikan hosti yang cukup untuk komuni Imam dan umat pada hari ini dan hari berikutnya (Jumat Agung).

PENGANTAR

Saudara dan saudari yang terkasih dalam Tuhan Yesus,

Selamat malam dan selamat datang di gereja Katedral Santa Gemma Galgani,
Pada hari ini kita memperingati:
“Hari Perjamuan terakhir Tuhan Yesus dengan para murid”.
Tema hari ini adalah:

"Ia Mengasihi Mereka Sampai Saat Yang Terakhir" 

            Saudara-saudara yang terkasih,

Gereja memperingati kembali bagaimana Tuhan dalam perjamuan kudus-Nya dengan para murid sebelum Yesus wafat, dan diserahkan oleh seorang murid-Nya yakni Yudas Iskariot kepada orang-orang berdosa.

            Pada malam ini pula, melalui Imam pada Ekaristi, Yesus mengajarkan kepada kita mau melayani dengan penuh kasih dan damai dalam membasuh kaki para murid-Nya.

            Saudara-saudara yang terkasih,

Intensi-intensi pada malam hari ini adalah:

.............................................................................................................

Perayaan Ekaristi pada malam hari ini akan dipimpin oleh Pastor ……………….....................................................................................

Di bangku-bangku umat sudah disiapkan teks “DOA ARAH DASAR KEUSKUPAN”

marilah sebelum perayaan Ekaristi dimulai, kita doakan bersama-sama

“Dalam Nama Bapa, dan Putra dan Roh Kudus. Amin.

Allah, Bapa yang mahakasih,
kami bersyukur kepada-Mu
karena Engkau telah mengutus Yesus dari Nazaret berjalan
berkeliling ke desa dan kota untuk berbuat baik
Ia telah mengasihi kami setuntas-tuntasnya dengan
memberikan nyawa-Nya di kayu salib demi kebahagian kami.
Dan Engkau telah memberi-Nya kemuliaan dengan
membangkitkan-Nya dari kematian; kemuliaan yang akan
Kau anugerahkan juga bagi kami.
Utuslah Roh kudus-Mu kepada kami,
umat-Mu di Keuskupan Ketapang,
agar Ia menumbuhkan cinta yang berkobar-kobar
kepada Putera-Mu Yesus Kristus,
sehingga kami mampu menjadi murid-murid-Nya yang militan,
menciptakan persaudaraan yang sejati,
beriman pada-Nya dengan tangguh,
membangun Gareja yang rapi tersusun,
mengasihi sesama dengan murah hati,
dan melihat kemuliaan-Mu dalam alam ciptaan.
Demi Yesus Kristus Tuhan dan Pengantara kami. Amin
Santa Gemma Galgani, Pelindung Keuskupan Ketapang,
doakanlah kami. Amin.

Dalam Nama Bapa, Dan Putera Dan Roh Kudus. Amin

Kita siapkan hati dan pikiran kita untuk menyambut Ekaristi.

Marilah kita nyanyikan lagu Pembukaan!

RITUS PEMBUKA

Imam, misdinar, dan lektor memasuki gereja melalui pintu depan dengan urutan:

Misdinar pembawa dupa berasap, salib perarakan diapit dua lilin bernyala, lektor pembawa Evangeliarium, misdinar pembawa lilin lainnya, lektor, petugas 12 rasul, prodiakon, diakon dan imam. Ketika sampai di panti imam, Evangeliarium diletakkan pada meja altar. 

Umat berdiri 

LAGU PEMBUKA(umat berdiri)
diulang hingga sampai imam selesai mendupai altar

TANDA SALIB DAN SALAM umat berdiri
I. Dalam nama
(†) Bapa dan Putra dan Roh Kudus
U. Amin
I. Rahmat Tuhan kita Yesus Kristus, cinta kasih Allah dan persekutuan Roh Kudus bersamamu
U. Dan bersama rohmu
  
SERUAN TOBAT PS. 347 
(umat berdiri)

I. Saudara-saudari, marilah mengakui bahwa kita telah berdosa supaya layak merayakan peristiwa penyelamatan ini.

I. Tuhan Yesus Kristus, demi cinta kasih-Mu, Engkau rela merendahkan diri dengan membasuh kaki para murid.
K.  Tuhan, kasihanilah kami
U. Tuhan, kasihanilah kami.

I.   Dalam Ekaristi, Engkau mengorbankan Diri bagi kami semua.
K.  Kristus, kasihanilah kami
U.  Kristus, kasihanilah kami.

I. Demi cinta kasih-Mu, dalam Ekaristi, Engkau memberikan Tubuh dan Darah-Mu kepada kami, agar tetap bersatu dengan kami.
K.  Tuhan, kasihanilah kami
U.  Tuhan, kasihanilah kami.       

I.  Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita, dan mengantar kita ke hidup yang kekal.
U.  Amin.     

Selama dinyanyikan “Madah Kemuliaan” lonceng gereja boleh dibunyikan sejauh tidak mengganggu keindahan lagu itu sendiri (setelahnya lonceng baru akan dibunyikan lagi pada Malam Paskah).

MADAH KEMULIAAN (PS 348) umat berdiri

DOA PEMBUKA
I. Marilah kita berdoa:
(umat berdiri)
(hening sejenak)
I. Ya Allah, dalam perjamuan malam yang amat kudus ini, Putra Tunggal-Mu menyerahkan diri-Nya kepada kematian, mempercayakan kepada Gereja kurban yang baru dan kekal, serta perjamuan cinta kasih-Nya. Semoga kami yang merayakan perjamuan malam ini menimba kepenuhan kasih dan hidup dari misteri yang luhur dan agung itu. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, sepanjang segala masa.
U. Amin.

LITURGI SABDA

BACAAN I (Kel 12:1-8.11-14-umat duduk)

"Ketetapan tentang Perjamuan Paskah."

L. Bacaan dari Kitab Keluaran: 
Pada waktu itu berfirmanlah Tuhan kepada Musa dan Harun di tanah Mesir,  

“Bulan ini akan menjadi permulaan segala bulan bagimu,

bulan yang pertama bagimu tiap-tiap tahun.

Katakanlah kepada segenap jemaat Israel:

Pada tanggal sepuluh bulan ini hendaklah diambil seekor anak domba

oleh masing-masing menurut kaum keluarga,

seekor anak domba untuk tiap-tiap rumah tangga.

Tetapi jika rumah tangga itu terlalu kecil jumlahnya

untuk menghabiskan seekor anak domba,

maka hendaklah ia bersama dengan tetangga yang terdekat

mengambil seekor menurut jumlah jiwa; tentang anak domba itu,

kamu buatlah perkiraan menurut keperluan tiap-tiap orang.

Anak dombamu itu harus jantan, tidak bercela dan berumur satu tahun;

kamu boleh mengambil domba, boleh kambing.

Anak domba itu harus kamu kurung sampai tanggal empat belas bulan ini.

Lalu seluruh jemaat Israel yang berkumpul

harus menyembelihnya pada senja hari.

Darahnya harus diambil sedikit dan dioleskan pada kedua tiang pintu

dan pada ambang atas rumah, tempat orang-orang makan anak domba itu.

Pada malam itu juga mereka harus memakan dagingnya yang dipanggang;

daging panggang itu harus mereka makan dengan roti

yang tidak beragi dan sayuran pahit.

Beginilah kamu harus memakannya: pinggangmu berikat, kaki berkasut,

dan tongkat ada di tanganmu. Hendaknya kamu memakannya cepat-cepat.

Itulah Paskah bagi Tuhan.

Sebab pada malam ini Aku akan menjelajahi negeri Mesir,

dan membunuh semua anak sulung,

baik anak sulung manusia maupun anak sulung hewan,

dan semua dewata Mesir akan Kujatuhi hukuman.

Akulah Tuhan. Adapun darah domba itu menjadi tanda bagimu

pada rumah-rumah tempat kamu tinggal.

Apabila Aku melihat darah itu, maka Aku akan melewati kamu.

Jadi tidak akan ada tulah kemusnahan di tengah-tengah kamu,

pada saat Aku menghukum negeri Mesir.

Hari ini harus menjadi hari peringatan bagimu,

dan harus kamu rayakan sebagai hari raya bagi Tuhan turun temurun.


L. Demikianlah Sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN (PS 856) umat duduk

Mazmur:

  1. Bagaimana akan kubalas kepada Tuhan
    segala kebaikan-Nya kepadaku?
    Aku akan mengangkat piala keselamatan,
    dan akan menyerukan nama Tuhan.
  2. Sungguh berhargalah di mata Tuhan
    kematian semua orang yang dikasihi-Nya.
    Ya Tuhan, aku hamba-Mu; aku hamba-Mu, anak dari sahaya-Mu.
    Engkau telah melepaskan belengguku.
  3. Aku akan mempersembahkan kurban syukur kepada-Mu,
    dan akan menyerukan nama Tuhan.
    Aku akan membayar nazarku kepada Tuhan
    di depan seluruh umat-Nya.

BACAAN II  (1Kor 11:23-26) umat duduk

"Setiap kali kamu makan dan minum, kamu mewartakan wafat Tuhan"

L.  Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus:    
Saudara-saudara,

apa yang telah kuteruskan kepadamu,
telah aku terima dari Tuhan, yaitu bahwa Tuhan Yesus,
pada malam waktu Ia diserahkan, mengambil roti
dan sesudah itu Ia mengucap syukur atasnya;
Ia memecah-mecahkannya dan berkata:
"Inilah tubuh-Ku, yang diserahkan bagi kamu;
perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!"
Demikian juga Ia mengambil cawan, sesudah makan,
lalu berkata: "Cawan ini adalah perjanjian baru
yang dimeteraikan oleh darah-Ku;
perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya,
menjadi peringatan akan Aku!"
Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini,
kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang.

L. Demikianlah Sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah

BAIT PENGANTAR INJIL (PS 965-umat berdiri)

Ayat:

Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi, sama seperti Aku telah mengasihi kamu.

BACAAN INJIL (Yoh 13:1-15-umat berdiri)

"Ia mengasihi mereka sampai saat terakhir."

I. Tuhan bersamamu
U. Dan bersama rohmu

I. Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes
U. Dimuliakanlah Tuhan.
I.  Sebelum Hari Raya Paskah mulai, Yesus sudah tahu bahwa saatnya sudah tiba untuk beralih dari dunia ini kepada Bapa. Sebagaimana Ia senantiasa mengasihi murid-murid-Nya, demikianlah sekarang Ia mengasihi mereka sampai saat terakhir. Ketika mereka sedang makan bersama, Iblis membisikkan dalam hati Yudas Iskariot, anak Simon, rencana untuk mengkhianati Yesus. Yesus tahu, bahwa Bapa telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya dan bahwa Ia datang dari Allah dan akan kembali kepada Allah. Maka bangunlah Yesus dan menanggalkan jubah-Nya. Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya. Kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya, lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu. Maka sampailah Ia kepada Simon Petrus. Kata Petrus kepada-Nya, “Tuhan, Engkau hendak membasuh kakiku?” Jawab Yesus kepadanya, “Apa yang Kuperbuat, engkau tidak mengerti sekarang, tetapi engkau akan memahaminya kelak.” Kata Petrus kepada-Nya, “Selama-lamanya Engkau tidak akan membasuh kakiku!” Jawab Yesus, “Jikalau Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak akan mendapat bagian bersama Aku.” Kata Simon Petrus kepada-Nya, “Tuhan, jangan hanya kakiku saja, tetapi juga tangan dan kepalaku!” Kata Yesus kepadanya, “Barangsiapa sudah mandi, cukuplah ia membasuh kakinya, karena ia sudah bersih seluruhnya. Kamu pun sudah bersih, hanya tidak semua!” Yesus tahu siapa yang akan menyerahkan Dia; karena itu Ia berkata, “Tidak semua kamu bersih.” Sesudah membasuh kaki mereka, Yesus mengenakan pakaian-Nya dan kembali ke tempat-Nya. Lalu Ia berkata kepada mereka, “Mengertikah kamu apa yang telah Kuperbuat kepadamu? Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan. Nah, jikalau Aku, Tuhan dan Gurumu, membasuh kakimu, maka kamu pun wajib saling membasuh kaki. Sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepadamu, supaya kamu juga berbuat seperti yang telah Kuperbuat padamu.”

I: Demikianlah Sabda Tuhan

U: Terpujilah Kristus

HOMILI (Umat duduk)

PEMBASUHAN KAKI

Seusai homili diadakan pembasuhan kaki. Para petugas rasul menempati tempat duduk yang sudah disediakan. Imam menanggalkan kasula dan mengenakan celemek. Kemudian Imam membasuh kaki mereka (para rasul) serta menyekanya. Sementara itu dilagukan beberapa dari lagu yang sesuai, seperti lagu berikut: 

Kamu sahabat-sahabat-Ku
(PS 685)
atau nyanyian lainnya yang sesuai (PS 497, 499, 659-660, 662, 663)

Ulangan: "Kamu sahabat-sahabat-Ku, jika melakukan perintah-Ku, sabda Tuhan"

ayat dibawakan bergantian antara dua bagian koor. 

(Selesai pembasuhan kaki, imam membasuh tangan dan menyekanya. Lalu Imam mengenakan kembali kasula dan memimpin doa umat, petugas doa umat menempatkan diri pada tempat yang sudah ditentukan)
     
DOA UMAT
(umat berdiri)

I.   Dengan membasuh kaki para murid-Nya, Yesus telah memberikan perintah baru agar kita saling melayani dan saling mencintai. Marilah kita berdoa kepada Bapa agar dapat melaksanakan perintah baru itu dengan sepenuh hati.

L. Bagi Sri Paus, para Uskup dan para Imam:

Semoga Sri Paus dan Uskup, serta para Imam dapat melakukan tugas penggembalaan mereka dengan rendah hati seperti Yesus yang membasuh kaki murid-murid-Nya.

Marilah kita mohon,...
U.
Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

L. Bagi para pemimpin masyarakat:

Semoga para pemimpin masyarakat selalu mendasari tugas pelayanannya dengan Sabda Yesus sendiri untuk saling melayani satu sama lain demi keselamatan bersama.

Marilah kita mohon,...
U.
Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

L.  Bagi orang-orang yang menderita:

Semoga keteladanan Kristus dalam mengasihi para murid-Nya menggugah setiap orang untuk terlibat dalam memberi pertolongan dan kasih bagi orang-orang yang sedang menderita.

Marilah kita mohon,...
U.
Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

L.  Bagi kita di sekitar altar ini:

Semoga kita semua pada hari ini memperbaharui niat untuk saling mengasihi dan bekerja sama dalam keluarga kita masing-masing, sehingga nilai hidup kristiani keluarga kita terpancar pula di dalam kehidupan bermasyarakat.

Marilah kita mohon,...
U.
Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

I. Ya Allah, Maha Pengasih, dengarkanlah permohonan kami. Semoga kami belajar sabar dan rela berkorban bagi sesama seperti Yesus Kristus, Tuhan kami.
U. Amin.

LITURGI EKARISTI

A. PERSIAPAN PERSEMBAHAN

Umat duduk, dan berdiri apabila didupai oleh Misdinar
LAGU PERSIAPAN PERSEMBAHAN (PS 498)  

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN (Umat berdiri)
I. Berdoalah, Saudara-saudari, supaya persembahanku dan persembahanmu berkenan pada Allah, Bapa yang mahakuasa.
U. Semoga persembahan ini diterima demi kemuliaan Tuhan dan keselamatan kita serta seluruh umat Allah yang kudus.
I. Ya Tuhan, perkenankanlah kami merayakan misteri ini dengan pantas karena setiap kali kenangan akan kurban ini dirayakan, terlaksanalah karya penebusan kami.
Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.
U. Amin.

B. DOA SYUKUR AGUNG

PREFASI EKARISTI 1
I. Tuhan bersamamu
U. Dan bersama rohmu.
I. Marilah mengarahkan hati kepada Tuhan
U. Sudah kami arahkan.
I. Marilah bersyukur kepada Tuhan Allah kita.
U. Sudah layak dan sepantasnya.
(Pref. lama)
I. Sungguh layak dan sepantasnya, ya Bapa yang kudus, Allah yang kekal dan kuasa, bahwa di mana pun juga kami senantiasa bersyukur kepada-Mu dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Sebab ketika mengadakan perjamuan terakhir bersama murid-murid-Nya, Kristus mempersembahkan diri-Nya sendiri sebagai Anak Domba tak bernoda dan sebagai kurban pujian sempurna yang berkenan pada-Mu. Kurban salib yang membawa keselamatan itu kami kenangkan untuk selama-lamanya. Dalam perayaan suci ini, ya Bapa, umat kudus-Mu dikuatkan dan disucikan supaya bangsa manusia yang mendiami satu bumi ini diterangi oleh satu iman dan disentosakan oleh suatu ikatan cinta kasih. Maka kami pun mengambil bagian dalam perjamuan agung ini supaya memperoleh kasih karunia-Mu yang men-jadikan kami manusia baru. Dan bersama semua penghuni surga kami mewartakan keagungan-Mu dengan bernyanyi:   

KUDUS (PS 390) 

DOA SYUKUR AGUNG I -berlutut-     
I. Ya Bapa yang mahamurah, dengan rendah hati kami mohon demi Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami:  Sudilah menerima dan memberkati
(†) pemberian ini, persembahan ini, kurban kudus yang tak bernoda ini.   

I. Kami mempersembahkan kepada-Mu pertama-tama untuk Gereja-Mu yang kudus dan katolik. Semoga Engkau memberikan kepadanya damai, perlindungan, persatuan, dan bimbingan di seluruh dunia bersama hamba-Mu Paus kami... dan Uskup kami ... serta semua orang yang menjaga dan menumbuhkan iman katolik, sebagaimana kami terima dari para rasul.
     
I. Ingatlah, ya Tuhan, akan hamba-hamba-Mu... yang meminta doa kami; dan semua orang yang berhimpun di sini, yang iman dan baktinya Engkau kenal dan Engkau maklumi; bagi mereka, kurban ini kami persembahkan kepada-Mu. Ingatlah juga akan mereka yang mempersembahkan kepada-Mu kurban pujian ini bagi dirinya sendiri dan bagi kaum kerabatnya untuk penebusan jiwa mereka, untuk keselamatan dan kesejahteraan yang mereka harapkan dari-Mu, ya Allah yang benar, hidup dan kekal.
Communicantes

Dalam persatuan dengan seluruh Gereja, kami mengenang dan menghormati: terutama Santa Perawan, tetap perawan mulia, Bunda Yesus Kristus, Tuhan dan Allah kami,

Santo Yusuf, suaminya, serta para rasul dan para martir-Mu yang bahagia, Petrus dan Paulus, Andreas (Yakobus dan Yohanes, Tomas, Yakobus dan Filipus, Bartolomeus dan Matius, Simon dan Tadeus: Linus, Kletus, Klemens dan Sikstus, Kornelius dan Siprianus, Laurensius dan Krisogonus, Yohanes dan Paulus, Kosmas dan Damianus) dan semua orang kudus-Mu. Atas jasa dan doa mereka, lindungilah dan tolonglah kami dalam segala hal. Demi Kristus, Tuhan kami.

U.Amin.
(ada rumus lain untuk kesempatan khusus)

I*Maka kami mohon, ya Tuhan, sudilah menerima persembahan kami, hamba-hamba-Mu, dan persembahan seluruh keluarga-Mu ini: bimbinglah jalan hidup kami dalam damai-Mu, luputkanlah kami dari hukuman kekal, dan terimalah kami dalam kawanan para pilihan-Mu. Demi Kristus, Tuhan kami.
U.Amin.
   
I. Ya Allah, kami mohon, sudilah memberkati dan menerima persembahan kami ini sebagai persembahan yang sempurna, yang benar, dan yang berkenan pada-Mu, agar bagi kami menjadi Tubuh dan Darah Putra-Mu terkasih, Tuhan kami, Yesus Kristus.

I. Pada hari sebelum menderita Ia mengambil roti dengan tangan-Nya yang kudus dan mulia, dan sambil menengadah kepada-Mu, Allah Bapa-Nya yang mahakuasa, Ia mengucap syukur dan memuji Dikau, memecah-mecahkan roti itu, dan memberikannya kepada murid-murid-Nya seraya berkata:

Terimalah dan makanlah, kamu semua: Inilah Tubuh-Ku yang diserahkan bagimu.

Ketika Imam memperlihatkan Piala dengan mengangkat-Nya. Umat memandang-Nya. Misdinar membunyikan ketok 3X. Ketika Imam meletakkan Piala dan berlutut. Umat menundukkan kepala dengan hormat dan khidmat, misdinar membunyikan keprek panjang.

Demikian pula, sesudah perjamuan, Ia mengambil piala yang luhur dengan tangan-Nya yang kudus dan mulia. Sekali lagi Ia mengucap syukur dan memuji Dikau lalu memberikan piala itu kepada murid-murid-Nya seraya berkata:  

Terimalah dan minumlah, kamu semua: Inilah piala Darah-Ku, darah perjanjian baru dan kekal, yang ditumpahkan bagimu dan bagi banyak orang demi pengampunan dosa. Lakukanlah ini untuk mengenangkan Daku.              

Ketika Imam memperlihatkan Piala dengan mengangkat-Nya. Umat memandang-Nya. Misdinar membunyikan ketok 3X. Ketika Imam meletakkan Piala dan berlutut. Umat menundukkan kepala dengan hormat dan khidmat, misdinar membunyikan keprek panjang.               

AKLAMASI ANAMNESIS

I. Oleh karena itu, ya Bapa, kami, hamba-Mu, dan juga umat-Mu yang kudus mengenangkan Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami: penderitaan-Nya yang menyelamatkan, kebangkitan-Nya dari alam maut, dan juga kenaikan-Nya yang mulia ke surga.

Dari anugerah-anugerah yang telah Engkau berikan kepada kami, ya Allah, yang mahamulia, kami mempersembahkan kepada-Mu, kurban yang murni, kurban yang suci, kurban yang tak bernoda, roti suci kehidupan abadi dan piala keselamatan kekal.   

Sudilah memandang persembahan ini dengan hati yang rela dan wajah berseri; dan sudilah menerimanya seperti Engkau berkenan menerima persembahan hamba-Mu Habel dan kurban leluhur kami Abraham dan seperti Engkau berkenan menerima kurban suci dan tak bernoda yang dipersembahkan kepada-Mu oleh Melkisedek, Imam Agung-Mu.

I. Kami mohon kepada-Mu, ya Allah yang mahakuasa: utuslah malaikat-Mu yang kudus mengantar persembahan ini ke altar-Mu yang luhur, ke hadapan keagungan ilahi-Mu, agar kami semua yang mengambil bagian dalam perjamuan ini, dengan menyambut Tubuh dan Darah Putra-Mu, dipenuhi dengan segala berkat dan rahmat surgawi. Demi Kristus, Tuhan kami.
U. Amin.
 
I. Ingatlah juga, ya Tuhan, akan hamba-hamba-Mu (.... dan ...) yang telah mendahului kami dengan meterai iman dan beristirahat dalam damai.            

I. Kami mohon kepada-Mu, ya Tuhan, perkenankanlah mereka dan semua orang yang telah beristirahat dalam Kristus mendapatkan kebahagiaan, terang dan damai. Demi Kristus, Tuhan kami.
U. Amin.
 
I. Perkenankanlah juga kami, hamba-hamba-Mu yang berdosa ini, yang berharap atas kerahiman-Mu yang melimpah, mengambil bagian dalam persekutuan dengan para rasul dan para martir-Mu yang kudus: dengan Yohanes Pembaptis, Stefanus, Matias dan Barnabas, (Ignasius dan Aleksander, Marselinus dan Petrus, Felisitas dan Perpertua, Agata, dan Lusia, Agnes, Sesilia, dan Anastasia) dan semua orang kudus-Mu: perkenankanlah kami menikmati kebahagiaan bersama mereka, bukan karena jasa-jasa kami, melainkan kelimpahan pengampunan-Mu. Demi Kristus, Tuhan kami.
        
I. Dengan pengantaraan Dia, Engkau senantiasa menciptakan menguduskan, menghidupkan, memberkati, dan menganugerahkan segala yang baik kepada kami.
   
I. Dengan pengantaraan Kristus, - bersama Dia dan dalam Dia, - bagi-Mu,- Allah Bapa yang mahakuasa, - dalam persekutuan Roh Kudus, segala hormat dan kemuliaan sepanjang segala masa.
U. Amin.  

(Apabila akhir Doa Syukur Agung ini dinyanyikan Imam, maka "Amin" dinyanyikan umat, misdinar membunyikan keprek panjang hingga lagu “AMIN” selesai dinyanyikan, lihat TPE hlm 57)

C. KOMUNI

umat berdiri
BAPA KAMI (PS 403)     
I. Atas petunjuk Penyelamat kita dan menurut ajaran ilahi, maka beranilah kita berdoa
I+U. Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.
      
I. Ya Bapa, bebaskanlah kami dari segala yang jahat dan berilah kami damai-Mu. Kasihanilah dan bantulah kami supaya selalu bersih dari noda dosa dan terhindar dari segala gangguan sehingga kami dapat hidup dengan tenteram, sambil mengharapkan kedatangan Penyelamat kami, Yesus Kristus.
U. Sebab Engkaulah Raja yang mulia dan berkuasa untuk selama-lamanya. 
      
DOA DAMAI
(MR 2002)
I. Tuhan Yesus Kristus, Engkau bersabda kepada para rasul, "Damai Kutinggalkan bagimu, damai-Ku Kuberikan kepadamu." Jangan memperhitungkan dosa kami, tetapi perhatikanlah iman Gereja-Mu, dan restuilah kami supaya hidup bersatu dengan rukun sesuai dengan kehendak-Mu. Sebab Engkaulah pengantara kami kini dan sepanjang masa.
U. Amin.
    
I. Damai Tuhan bersamamu
U. Dan bersama rohmu. 

umat berlutut
ANAK DOMBA ALLAH (PS 411)
 
PERSIAPAN KOMUNI

Ajakan menyambut Komuni
I. Inilah Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia. Berbahagialah kita yang diundang ke perjamuan-Nya
U. Ya Tuhan, saya tidak pantas, Engkau datang kepada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan sembuh.

(hening)

============================================

Yang diperkenankan menyambut Komuni Kudus adalah mereka yang sudah dibaptis dalam Gereja Katolik, atau yang sudah diterima sebagai anggota Gereja Katolik dan telah menerima Sakramen Komuni Pertama, dan tidak memiliki halangan dalam menerima Komuni Kudus. Mohon selama komuni, hingga berakhirnya Perayaan Ekaristi umat menjaga kekhidmatan dengan tidak memberikan tepuk tangan kepada paduan suara, petugas liturgi lainnya. 

 ============================================

KOMUNI
LAGU KOMUNI 1 (PS 425)  -berlutut-
LAGU KOMUNI 2 (PS 560)      

SAAT HENING
umat berdiri
DOA SESUDAH KOMUNI

I. Marilah kita berdoa:
I. Allah Yang Mahakuasa, dalam hidup di dunia ini kami dikuatkan oleh Perjamuan Putra-Mu. Semoga kami layak untuk turut menikmati perjamuan abadi di surga. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami, yang hidup dan berkuasa, sepanjang segala masa.

U. Amin.

PEMINDAHAN SAKRAMEN MAHAKUDUS

Seusai Doa Sesudah Komuni, sambil berdiri, Imam mengisi pendupaan dan memberkatinya. Lalu, sambil berlutut ia mendupai Sakramen Mahakudus tiga kali. Kemudian Imam mengenakan velum berwarna putih di atas bahunya, berdiri, menyelubungi sibori dengan ujung-ujung velum dan mengangkatnya. 

Sakramen Mahakudus yang diarak menggunakan sibori, bukan monstrans.


Lalu dimulailah perarakan. Dengan disemarakkan lentera dan kepulan asap dupa, Sakramen Mahakudus diarak melintasi gereja menuju tempat penyimpanan yang disiapkan di bagian lain dari gedung gereja atau di ruang lain yang dihiasi secara serasi. 

Petugas pembawa salib berjalan paling depan, diapit dua petugas lain yang membawa lilin menyala, (dapat disertai para petugas lain yang membawa lilin menyala.) Di depan Imam yang membawa Sakramen Mahakudus berjalan petugas yang membawa pendupaan yang mengepul. Sementara itu dilagukan Pange lingua atau Mari kita memadahkan (kecuali dua bait terakhir) atau nyanyian ekaristis lain. Tempat sakramen disinggahkan tidak dizinkan dibuat seolah sebuah makam.

Setibanya perarakan di tempat penyimpanan Sakramen Mahakudus, Imam kalau perlu dibantu oleh diakon, meletakkan sibori di dalam tabernakel tempat persinggahan. Lalu ia mengisi pendupaan, dan sambil mendupai Sakramen Mahakudus. Sementara itu dilagukan Tantum Ergo Sacramentum atau Mari kita memadahkan.

Setelah bersembah sujud sejenak dalam keheningan, Imam dan para pelayan berlutut lalu kembali ke sakristi.

Pada saat yang tepat segala hiasan dan perlengkapan altar diambil. Jika mungkin salib-salib dikeluarkan dari gereja. Seyogyanya salib-salib yang tetap ada dalam gereja diselubungi.

Umat hendaknya melaksanakan sembah sujud di hadapan Sakramen Mahakudus selama waktu yang cocok pada malam hari, seturut kebiasaan dan keadaan setempat dengan cukup meriah. Tetapi sesudah tengah malam (pk 24.00), sembah sujud dilakukan secara sederhana. 
  

PERARAKAN SAKRAMEN MAHAKUDUS 

PA. Pada hari Kamis Putih ini kita merayakan hari ulang tahun perjamuan malam Kristus. Wafat-Nya kita kenangkan, kebangkitan-Nya kita muliakan, dan kedatangan-Nya kembali kita nanti-nantikan. Kristus telah menyerahkan hidup-Nya demi kita. Demikian pula hendaknya kita dalam pengabdian sehari-hari menyerahkan hidup demi sesama kita. (Lih. 1Yoh 3:16)
  
MARI KITA MEMADAHKAN (PS 501)
1. Mari kita memadahkan misteri tubuh mulia, darah yang berharga nian. Darah Raja semesta, lahir dari Sang Perawan untuk menebus dunia.

2. Dia lahir bagi kita dari darah yang murni, Dia hidup di dunia , menyebarkan benih Injil. Dia mengakhiri hayat, dengan cara ajaib.

3. Pada malam perjamuan dengan para murid-Nya, waktu Yesus melakukan adat makan bangsa-Nya, Diri-Nya pun diserahkan pada para rasul-Nya.

4. Sabda sudah menjadikan roti, sungguh Tubuh-Nya, anggur sungguh Darah Tuhan, walau in'dra tak cerap; agar hati diteguhkan, iman saja cukuplah.

PANGE LINGUA GLORIOSI (PS 502)

1. Pange, lingua, gloriosi
Córporis mystérium
Sanguinísque pretiósi,
Quem in mundi prétium
Fructus ventris generósi
Rex effúdit géntium.
2. Nobis datus, nobis natus
Ex intácta Vírgine,
Et in mundo conversátus,
Sparso verbi sémine,
Sui moras incolátus
Miro clausit órdine.
3. In supremæ nocte coenæ
Recumbens cum frátribus,
Observata lege plene
Cibis in legálibus,
Cibum turbæ duodenæ
Se dat súis mánibus.
4. Verbum caro, panem verum
Verbo carnem éfficit,
Fitque Sanguis Christi merum,
Et, si sensus déficit,
Ad firmandum cor sincerum
Sola fides súfficit.

(Kalau Sakramen Mahakudus sudah sampai di tempat tuguran, umat menyanyikan
bait ke 5-6; PS 501)
5. Sakramen yang sungguh agung, mari kita muliakan, surut sudah hukum
lampau, tata baru tampilllah. Kar'na Ind'ra tidak mampu, iman jadi tumpuan.

6. Yang Berputra dan Sang Putra dimuliakan, disembah, dihormati, dan dipuja
beserta dengan Sang Roh: muncul dari Kedua-Nya, dan setara disembah.
Amin.
   
Setelah Sakramen Mahakudus ditahtakan dan didupai, Imam, Prodiakon, Putra Altar berlutut dan berdoa sejenak, kemudian dilanjutkan dengan doa berikut:

I. Engkau telah memberi kami roti surgawi,
U. Yang mengandung segala kesegaran.

I. Marilah kita berdoa:

I. Ya Tuhan, Engkau telah meninggalkan kenangan akan kesengsaraan-Mu dalam sakramen yang mengagumkan ini. Kami mohon, semoga kami dapat menghormati tubuh dan darah-Mu sedemikian, sehingga kami selalu dapat menikmati buah dari penebusan-Mu. Sebab Engkaulah yang hidup dan berkuasa, kini dan sepanjang masa.

U. Amin.

PA. Saudara terkasih, untuk menanggapi ajakan Yesus kepada ketiga murid-Nya di taman Zaitun: "Tinggallah di sini dan berjaga-jaga dengan aku." Mat 26:38) Merupakan perwujudan Tuhan kepada kita semua agar selalu berjaga kapan saja. Nah di tengah Pandemi COVID-19 yang tengah mewabah ini, kita dianjurkan supaya tata laksana doa umat dilakukan di rumah masing-masing guna menghentikan penyebaran virus tersebut. Namun gereja memberikan pelayanan khusus Misa secara Live Streaming di gereja-gereja yang sudah ada fasilitas untuk kegiatan tersebut. Begitu juga dengan Gereja Santa Gemma Galgani juga mengadakan Ekaristi secara live streaming sederhana untuk mengajak umat menyembuhkan kerinduan akan datang-Nya Tuhan dalam Ekaristi dan Sakramen Mahakudus.

Selanjutnya dilaksanakan doa tuguran sesuai dengan waktu dan jadwal yang sudah diumumkan di Gedung gereja oleh MC, Misdinar tetap berjaga secara bergiliran untuk memberikan kepulan asap pada Sakramen Mahakudus yang telah di tahtakan.

(umat keluar gereja dengan tenang tanpa iringan)




 

Sabtu, 01 April 2023

PANDUAN PERIBADATAN DALAM PEKAN SUCI 2023

 PANDUAN PEKAN SUCI PASKAH 2023
PAROKI KATEDRAL SANTA GEMMA GALGANI
Para sahabat Misdinar terkasih, Halo semuanya. Apa kabar? Kami harap kalian semua baik-baik saja ya. Nah, berikut kami sampaikan teks Bacaan-Bacaan untuk Pekan Suci 2023 mulai dari Hari Raya Minggu Palma hingga Minggu Paskah, simak di sini ya siapa tahu kalian bertugas untuk salah satu dari Pekan Suci tersebut.

HARI RAYA MINGGU PALMA:
f. Teks Perayaan Ekaristi Hari Raya Minggu Palma

HARI RAYA MALAM PERJAMUAN TUHAN

HARI IBADAT JUMAT AGUNG

HARI RAYA MALAM VIGILI 

HARI RAYA PASKAH (KEBANGKITAN TUHAN)
e. Teks Perayaan Ekaristi Hari Raya Paskah

Baiklah teman-teman semuanya, demikian kiranya untuk teks-teks berkaitan dengan Bacaan dan Mazmur serta MC dan doa umat dalam Pekan Suci Paskah 2023 semoga bermanfaat. Terima kasih sudah berkunjung di web Misdinar Santa Gemma ini, Tuhan memberkati kita semua. Amin. 

Hari Minggu Pergi ke Gereja bersama keluarga
Membawa Palma untuk menyambut Yesus masuk Yerusalem
Selamat Merayakan Hari Raya Minggu Palma semuanya
Jangan lupa untuk mengikuti misa Minggu Palma dengan kalem





Rabu, 29 Maret 2023

MENIRU SIAPA YAH?

Puncta 29.03.23
Rabu Prapaskah V
Yohanes 8: 31-42
Anak Kita Meniru Siapa?
MENJADI pertanyaan banyak orang mengapa akhir-akhir ini banyak anak melakukan tindakan kriminal seperti penganiayaan, tawuran, perkelahian, bahkan pembunuhan? Siapa yang mengajari mereka bertindak brutal, bengis dan tak berperikemanusiaan?

Kalau orangtua sudah berusaha mendidik dengan baik, lalu kenapa anak-anak ketika di luar rumah berlaku kejam, tidak tahu sopan santun? Siapa pendidik mereka sebenarnya? 
Dari mana contoh-contoh kriminal itu mereka dapatkan? Anak-anak kita ini meniru siapa sebenarnya? Masih ada banyak pertanyaan di benak kita yang belum dapat jawaban tuntas.
Apa artinya mendengarkan kotbah di tempat ibadah, kalau sesudah keluar dari rumah doa terjadi tawuran, pengeroyokan dan bacok-bacokan? Apakah ada kotbah-kotbah yang mengajarkan kebencian, balas dendam dan saling membunuh?

Dialog dalam Injil yang kita baca hari ini menggambarkan kesenjangan antara iman dan perbuatan, ajaran moral dan perilaku nyata. Orang-orang Yahudi mengaku, “Kami adalah keturunan Abraham.” Mereka juga berkata, “Bapa kami adalah Abraham.” Abraham adalah orang pilihan Allah, orang yang setia melaksanakan kehendak Allah. Ia menjadi teladan kaum beriman dalam kata dan perbuatan.
Mereka mengaku sebagai keturunan Abraham, tetapi perbuatan mereka tidak sesuai dengan teladan Abraham. 

Yesus berkata, “Sekiranya kamu adalah anak-anak Abraham, tentulah kamu mengerjakan pekerjaan yang dikerjakan oleh Abraham. Tetapi yang kamu kerjakan adalah berusaha membunuh Aku, seorang yang mengatakan kebenaran kepadamu.” Apa yang diakui dan diamini tidak sesuai dengan apa yang dilakukan. Apa yang dipercaya tidak mewujud dalam tindakan nyata. Mengaku orang beragama tetapi kelakuannya jauh dari ajaran agama. Mengaku orang beriman tetapi berlaku kejam tidak berperikemanusiaan.

Kata Yesus kepada orang-orang Yahudi, “Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku keluar dan datang dari Allah. Dan Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, melainkan Dialah yang mengutus Aku.”Dari peristiwa-peristiwa kekerasan, penganiayaan, dan kenakalan anak-anak kita akhir-akhir ini, patutlah para orangtua bertanya, sudah benarkah cara kita mendidik anak-anak di tengah keluarga? 

Mencari udara segar di tengah-tengah persawahan,
Sambil melihat mobil berlalu lalang di jalan raya.

Mengaku anak Tuhan tapi tak berperikemanusiaan,
Mengasihi sesama diwujudkan dalam tindakan nyata.

Cawas, orangtua bertanggungjawab...
Rm. A. Joko Purwanto, Pr





Jumat, 24 Maret 2023

YESUS ADALAH UTUSAN ALLAH YANG HIDUP

Puncta 24.03.23
Jumat Prapaskah IV
Yohanes 7: 1-2.11.25-30
Penyamaran Pandawa 
Halo para sahabat Misdinar terkasih,
Gimana kabar kalian hari ini? Wah semakin hari semakin dekat ya untuk Pelaksanaan Tugas Pekan Suci. Apakah kalian bertugas di pekan suci ini?
Nah jika bertugas, tolong tulis di kolom komentar di blog ini ya, kapan kamu tugas, terus jam berapa kamu tugas. Boleh lihat contohnya di kolom chat yang pertama.

Nah kali ini juga, kita akan melihat kisah Penebusan Dosa serta bagaimana Tuhan memperlihatkan cara mengasihi sesama serta bagaimana Tuhan menunjukkan diri sebagai Allah, kalian akan melihatnya dalam kiasan cerita berikut ini. Cerita yang diambil dari kisah pewayangan, tentang Pandawa, lima satria dan ibunya, yang sedang menyamar menjadi rakyat jelata, dan seperti apakah ceritanya. Cerita tersebut untuk menunjukkan tentang siapakah Yesus itu sebenarnya. Nah, marilah kita simak saja cerita berikut ini:

PANDAWA harus menyamar selama satu tahun setelah menjalani pembuangan duabelas tahun di hutan. Dalam penyamaran itu mereka menjadi rakyat biasa. Masing-masing dari lima bersaudara itu mengganti namanya. Puntadewa berubah jadi Kangka, Werkudara menjadi Balawa. Arjuna menjadi Wrihatnala. Kembar menjadi Tripala dan Grantika. Dewi Drupadi menjadi Salindri

Mereka menjadi abdi di Kerajaan Wirata. Sebagai hamba, mereka menjalankan tugasnya dengan setia, tulus dan bertanggungjawab. Orang-orang tidak tahu bahwa mereka adalah ksatria agung Ngamarta. Bahkan Matswapati dan punggawa di Wirata tidak mengenal siapa sesungguhnya para abdi yang baik ini. Para Kurawa berusaha membunuh dan mencari dimana Pandawa berada. Tetapi mereka pun tidak bisa mengenali dan menemukan.

Orang-orang Yahudi tidak mengenal Yesus sesungguhnya. Yesus adalah Utusan Allah yang hidup di tengah kaum bangsa-Nya. Mereka hanya melihat secara lahiriah saja. Mereka tahu asal-usul lahiriah-Nya. Mereka tahu asal-Nya dari Nasaret. Saudara-saudara-Nya mereka kenal, ada di antara mereka.
Tetapi Dia yang mengutus-Nya tidak mereka kenal. Yesus berkata, “Memang Aku kamu kenal, dan kamu tahu dari mana asal-Ku; namun Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, tetapi Aku diutus oleh Dia yang benar, yang tidak kamu kenal. Aku kenal Dia, sebab Aku datang dari Dia, dan Dialah yang mengutus Aku.”
“Tak kenal, maka tak sayang.” Hanya orang yang mengenal sungguh-sungguh, dia bisa menyayangi. 
Karena orang-orang Yahudi tidak mengenal secara mendalam siapa Yesus sesungguhnya, maka mereka mudah salah paham. Mereka mengetahui Yesus sebagai manusia. Mereka tidak paham bahwa Yesus adalah Utusan Allah. Yesus berasal dari Allah. Maka orang-orang Yahudi membenci-Nya karena Yesus mengaku sebagai Allah. Orang Yahudi menuduh Yesus menghujat Allah. Pengenalan atau pemahaman yang tidak sempurna membuat terjadinya salah paham. Apa yang dikatakan dan dilakukan Yesus tidak dimengerti oleh kaum Yahudi. 

Pikiran mereka sudah terkunci oleh paham atau ajaran nenek moyang bahwa Kristus tidak diketahui asal-usulnya. Mesias akan datang untuk membebaskan mereka dari penjajahan politik. Kristus datang untuk menumpas penjajah Romawi. Itulah paham Mesianitas kaum Yahudi.
Ketika Yesus memperkenalkan diri sebagai utusan Allah, tetapi bergaul dengan orang miskin, dekat dengan para pendosa dan kelompok terpinggir, maka orang-orang Yahudi tidak percaya dan menolak-Nya.

Ada pepatah mengatakan, “Jangan menilai sebuah buku dari sampulnya.” Kalau ingin menilai bobot seseorang, jangan melihat penampilan luarnya, kita bisa terkecoh dan salah. Baca dulu isinya, baru kita bisa mengetahui dan memahami secara mendalam apa inti sarinya.

Di sawah main layang-layang,
Benangnya putus angin kencang.

Makin kenal akan makin disayang,
Tak disayang lama-lama hilang.

Cawas, mengejar layangan...
Rm. A. Joko Purwanto, Pr


Senin, 20 Maret 2023

PERTOBATAN DAN TANGAN KASIH TUHAN

Puncta 19.03.23
Minggu Prapaskah IV
Yohanes 9: 1-41

Hingar Bingar Menyambut Orang Bertobat
Tuhan menciptakan manusia itu berbagai macam bentuk, paras dan kelebihan serta kekurangan masing-masing. Di hadapan Tuhan, manusia adalah sama, yang membedakan adalah laki-laki dan perempuan, namun manusia memiliki kesempatan yang sama. Kali ini kita akan membahas tentang pertobatan, kata tersebut berasal dari kata dasar tobat, yang artinya menyesali sesuatu dan hendak memperbaikinya. Lakukanlah yang bisa kita lakukan untuk Tuhan, sebab bilamana waktunya tiba, kita tidak lagi bisa mengulur waktu, pekerjaan dan sebagainya. Karena jika Tuhan sudah berkehendak untuk kita harus menghadap, yang kita harus siap dan menghadap-Nya. 

Kali ini kita akan menyimak kisah dari pewayangan yang bertemakan cerita "RAMA DAN SINTA", siapakah mereka. Simak saja di sini:

RAHWANA mempunyai tiga adik yaitu Kumbakarna, Sarpakenaka dan Gunawan Wibisana. Hanya Gunawan yang tidak mendukung Rahwana menculik Sinta. Gunawan selalu mengingatkan agar kakaknya mengembalikan Sinta kepada suaminya, Ramawijaya, atau dikenal dengan sebutan Sri Rama. Gunawan akhirnya pergi ke pihak musuhnya dan membela Ramawijaya. Ia memilih berpihak pada kebenaran. Rahwana marah dan menghujat Gunawan karena dianggap berkianat. 
Sebaliknya di pihak Rama, Gunawan disambut dengan puji-pujian yang gegap gempita. Gunawan disanjung setinggi langit.

Begitu pula kalau ada seorang artis atau tokoh pindah keyakinan. Dia disambut dengan gegap gempita dan digembar-gemborkan kemana-mana. 
Orang tidak melihat bagaimana proses pertobatannya, tetapi yang dilihat hanya sisi lahiriahnya saja. Yang penting itu bukan ganti bajunya, tetapi kesaksian hidupnya yang membawa damai dan kesejukan bagi semua manusia.

Apa gunanya punya keyakinan baru kalau kemudian hanya merobek-robek baju yang dipakai sebelumnya? Yang dicari mungkin bukan kebenaran iman, tetapi popularitas dan pundi-pundi berjalan. 
Bacaan hari Minggu ini menggambarkan bagaimana proses orang buta sejak lahir yang menemukan kebenaran iman dalam Yesus. Ia mengalami kasih Tuhan yang telah memelekkan matanya. Peristiwa mukjizat  ini mendewasakan imannya. 
Penyembuhan orang buta ini menimbulkan pro dan kontra. Kaum Farisi menuduh Yesus tidak taat aturan hari Sabat. Maka tidak mungkin orang yang tidak taat aturan berasal dari Allah. Tetapi yang lain bertanya, bagaimana orang yang tidak datang dari Allah mampu membuat mukjizat? 
Mereka bertanya kepada si buta siapa menurutnya orang yang telah menyembuhkan matanya. 
Pada awalnya, orang buta itu menyebut, “Orang yang disebut Yesus itu.” Dengan adanya perdebatan itu, si buta merumuskan imannya, “Dia adalah seorang nabi.” Proses imannya terus berkembang. 
Keluarganya pun diminta untuk memberi kesaksian. Orangtuanya meminta agar anaknya sendiri yang mempertanggungjawabkan imannya karena dia sudah dewasa. Iman harus dipertanggungjawabkan bahkan jika menghadapi tantangan. 

Orang buta itu menunjukkan kedewasaan imannya. Oleh karenanya dia dikucilkan, dijauhi dan disingkirkan oleh kaum Farisi. Dia tidak mundur dan dengan berani bahkan memberi kesaksian. 
Dia bersaksi, “Aneh juga bahwa kamu tidak tahu dari mana Dia datang, padahal Dia telah memelekkan mataku. Kita tahu bahwa Allah tidak mendengarkan orang-orang berdosa, melainkan orang-orang saleh dan yang melakukan kehendak-Nya. 

Dari dahulu sampai sekarang tidak pernah terdengar, bahwa ada orang yang memelekkan mata orang yang lahir buta. Jikalau orang itu tidak datang dari Allah, Ia tidak dapat berbuat apa-apa.”
Karena kesaksiannya itu dia diusir. Orang yang membela kebenaran pasti tidak disukai. Ia akan disingkirkan. Sungguh aneh bahwa kita justru suka mendengarkan orang yang ngaku bertobat tetapi kotbahnya suka menjelek-jelekkan, menghina dan menebarkan kebencian. 

Orang buta itu berani membela kebenaran imannya, walau pun dia disingkirkan. Dalam kondisi seperti itu Yesus meneguhkan imannya, “Percayakah engkau kepada Putera Manusia?” Kata orang itu, “Aku percaya, Tuhan.” Ia sujud dan menyembah Yesus. Orang buta itu percaya dan menemukan kebenaran yang sejati. Ia mempertanggungjawabkan imannya dengan bersaksi melalui perbuatan-perbuatan baik.
Bagaimana proses beriman kita kepada Tuhan yang mahakasih? Beranikah kita bersaksi dan mempertanggungjawabkan iman kita?

Naik kuda ke kota Semarang
Kudanya lempoh sampai di Ungaran
Iman kita terus berkembang
Siap bersaksi demi wujudkan kebenaran
Cawas, iman terwujud dalam perbuatan baik.

Rm. A. Joko Purwanto, Pr